Sering Haus. Waspada, Bisa Jadi Tanda Diabetes yang Sering Terlewat
Rasa haus adalah hal yang wajar, apalagi saat cuaca panas atau setelah beraktivitas. Tapi bagaimana jika haus terasa berlebihan, sering muncul, dan tidak kunjung hilang meski sudah banyak minum? Kondisi ini jangan dianggap sepele, karena bisa menjadi salah satu tanda awal diabetes yang sering tidak disadari.
Mengapa Diabetes Bisa Menyebabkan Sering Haus?
Diabetes terjadi ketika kadar gula darah terlalu tinggi. Saat gula menumpuk dalam darah, tubuh berusaha membuang kelebihan gula tersebut melalui urine. Proses ini membuat tubuh kehilangan banyak cairan, sehingga muncul rasa haus berlebihan (polidipsia).
Masalahnya, banyak orang mengira ini hanya karena:
- Kurang minum
- Cuaca panas
- Kelelahan
- Kebiasaan minum manis
Akibatnya, tanda awal diabetes sering terlewat hingga kondisi sudah lebih serius.
Tanda Diabetes Lain yang Sering Tidak Disadari
Selain sering haus, perhatikan gejala-gejala berikut yang kerap muncul perlahan:
- Sering buang air kecil, terutama malam hari
- Mudah lapar, meski baru saja makan
- Berat badan turun tanpa sebab jelas
- Mudah lelah dan lemas
- Penglihatan kabur
- Luka lama sembuh
- Sering kesemutan atau mati rasa di tangan dan kaki
Gejala-gejala ini sering dianggap “keluhan biasa”, padahal jika muncul bersamaan dan berlangsung lama, perlu diwaspadai.
Siapa yang Berisiko Mengalami Diabetes?
Diabetes bisa menyerang siapa saja, tetapi risikonya lebih tinggi pada:
- Orang dengan riwayat keluarga diabetes
- Usia di atas 35 tahun
- Kelebihan berat badan atau obesitas
- Jarang berolahraga
- Pola makan tinggi gula dan karbohidrat sederhana
- Perokok dan sering begadang
Yang perlu digarisbawahi: diabetes tidak selalu menunjukkan gejala berat di awal.
Kapan Harus Periksa ke Tenaga Kesehatan?
Segera lakukan pemeriksaan gula darah jika:
- Sering haus dan buang air kecil tanpa sebab jelas
- Keluhan berlangsung lebih dari 1–2 minggu
- Disertai gejala lain seperti cepat lelah atau berat badan turun
Pemeriksaan sederhana bisa membantu mendeteksi lebih dini dan mencegah komplikasi serius seperti penyakit jantung, gagal ginjal, atau gangguan saraf.
Mencegah Lebih Baik daripada Mengobati
Langkah sederhana yang bisa dilakukan:
- Kurangi minuman manis dan makanan tinggi gula
- Perbanyak air putih
- Konsumsi makanan tinggi serat
- Rutin bergerak dan berolahraga
- Jaga berat badan ideal
- Cek gula darah secara berkala, terutama jika berisiko
Penutup
Sering haus bukan selalu hal sepele. Jika tubuh memberi sinyal yang tidak biasa, jangan diabaikan. Mengenali tanda awal diabetes sejak dini dapat menyelamatkan kualitas hidup di masa depan.
Ingat, lebih baik waspada sekarang daripada menyesal kemudian.
Referensi
-
American Diabetes Association. (2023). Symptoms of diabetes.
https://diabetes.org/diabetes/symptoms -
Centers for Disease Control and Prevention. (2023). Diabetes symptoms.
https://www.cdc.gov/diabetes/basics/symptoms.html -
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Mengenal gejala dan pencegahan diabetes melitus. Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular.
https://p2ptm.kemkes.go.id -
Perkumpulan Endokrinologi Indonesia. (2021). Pedoman pengelolaan dan pencegahan diabetes melitus tipe 2 di Indonesia (Edisi ke-2). PERKENI.
-
World Health Organization. (2023). Diabetes.
https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/diabetes
Pastikan Kesehatan Anda Bersama Charitas Group
Jangan biarkan rasa haus yang tak biasa menjadi hambatan bagi kualitas hidup Anda. Sinyal sekecil apa pun dari tubuh adalah pesan yang harus segera ditanggapi dengan langkah medis yang tepat.
Segera Konsultasikan Kondisi Anda! Tim dokter ahli kami di Charitas Group siap membantu Anda melakukan deteksi dini melalui pemeriksaan gula darah yang akurat dan penanganan komprehensif.
-
Rujuk ke: Dokter Spesialis Penyakit Dalam.
-
Layanan Kami: Skrining diabetes, konsultasi gizi, dan manajemen penyakit kronis dengan fasilitas medis modern.
Kembali